HomeBeranda LearnPanduan Reading a single runMembaca satu lari

Reading a single runAnalisis detail aktivitas lari

Every metric on the activity screen, what the execution score does and does not measure, and how to tell Crenoe the real structure of your workout.Panduan memahami seluruh metrik pada halaman detail aktivitas: arti angka performa, cara kerja skor eksekusi, hingga cara mengatur struktur latihan interval secara akurat.

The metricsMetrik performa lari

Open any run from the Activities tab. Distance, pace, moving time, average heart rate, elevation and cadence sit at the top. Below them are the numbers that say more than a pace average can:

Buka aktivitas lari mana pun dari tab Aktivitas. Ringkasan utama seperti jarak tempuh, pace rata-rata, durasi bergerak (moving time), detak jantung rata-rata, elevasi, dan kadens ditampilkan di bagian atas. Di bawahnya, terdapat metrik performa mendalam yang memberikan wawasan lebih jauh daripada sekadar angka pace rata-rata:

GAPGAP
Grade-Adjusted Pace: Calibrates your running pace against terrain slope, estimating what your velocity would have been on flat ground at the identical metabolic effort. Displayed when elevation gain exceeds 50 m, or during trail runs and hikes.Grade-Adjusted Pace: pace yang disesuaikan dengan kemiringan rute, menunjukkan setara kecepatanmu jika berlari di lintasan datar dengan tingkat usaha (effort) yang sama. Ditampilkan jika total elevasi melebihi 50 m, atau pada aktivitas trail running dan hiking.
Efficiency FactorEfficiency Factor
Efficiency Factor (EF): Speed divided by heart rate, typically falling between 0.9 and 1.8. Track this rolling metric across months to evaluate aerobic development; avoid comparing two isolated single runs in isolation.Faktor Efisiensi (kecepatan dibagi detak jantung), umumnya bernilai 0,9 hingga 1,8. Pantau tren metrik ini lintas bulan untuk melihat peningkatan efisiensi aerobik; hindari membandingkan dua sesi lari secara terpisah.
Aerobic decouplingAerobic decoupling
Aerobic Decoupling (Pw:HR): Measures how much your heart rate drifted upward relative to pace during the second half of the run. A drift under 5% indicates mature aerobic endurance well-adapted to that workload.Mengukur seberapa jauh detak jantung bergeser naik dari pace di paruh kedua sesi lari. Nilai di bawah 5% menunjukkan daya tahan aerobikmu sudah sangat matang untuk beban latihan tersebut.
Cadence CVCadence CV
Cadence Coefficient of Variation (CV): Measures stride turnover regularity. Lower percentages reflect a more consistent, economical leg cadence.Variabilitas frekuensi langkah (kadens). Semakin rendah persentasenya, semakin stabil dan teratur irama langkah kakimu.
Pa:HR trendTren Pa:HR
Pace:Heart-Rate Ratio Trend: Tracks cardiovascular drift across each progressive kilometer. An upward slope indicates accumulating decoupling (fatigue); a downward slope means your cardiovascular efficiency stabilized or improved as the run progressed.Rasio pace terhadap detak jantung sepanjang kilometer lari. Tren naik menandakan terjadinya decoupling (kelelahan bertambah); tren turun menandakan tubuhmu semakin efisien seiring berjalannya sesi lari.

Cadence also receives an intuitive coaching note: highlighting whether your rhythm remained stable, whether fatigue caused your stride rate to drop, or whether cadence increased naturally with speed. A baseline requires at least three completed runs before Crenoe begins contextualizing today's stride metrics.

Beneath the core metrics, you will find heart-rate zone distributions by time, pace zone breakdowns by distance, a per-kilometer split table with heart rate overlays, and an interactive elevation profile.

Kadens juga dilengkapi catatan deskriptif yang mudah dipahami: apakah ritme langkahmu bertahan stabil, apakah mulai menurun saat kamu lelah, atau apakah frekuensi langkah meningkat wajar seiring laju kecepatan. Profil dasar personal memerlukan minimal tiga aktivitas lari sebelum Crenoe mulai membandingkan sesi hari ini secara akurat.

Di bawah metrik utama, kamu dapat melihat distribusi zona detak jantung berdasarkan durasi waktu, distribusi zona pace berdasarkan jarak tempuh, grafik split per kilometer dengan overlay detak jantung, serta profil elevasi rute.

Other activitiesAnalisis olahraga lainnya

The activity detail screen dynamically configures its metrics to match your specific sport, ensuring every displayed data point is meaningful for that discipline:

Tampilan detail aktivitas secara otomatis menyesuaikan jenis olahraganya, menyajikan metrik yang relevan dan bermakna untuk cabang olahraga tersebut:

Walk and hikeJalan santai dan hiking
GPS route map, pace curves, heart rate graphs, elevation profile, split intervals, and heart rate zones. Running-specific parameters (such as pacing splits, cadence analysis, interval workout structures, and running pace zones) are omitted to keep the analysis relevant.Peta rute, grafik pace dan detak jantung, profil elevasi, catatan split, serta zona detak jantung. Metrik khusus lari (seperti split pacing, kadens, analisis workout, dan zona pace lari) ditiadakan agar analisis tetap relevan.
CyclingBersepeda
Speed, mechanical power (watts), heart rate, and elevation, featuring your peak 1-minute, 5-minute, and 20-minute power outputs. Functional Threshold Power (FTP) is modeled at 95% of your best 20-minute power recorded with a physical power meter within the last 90 days. Virtual estimated power from Strava (without a calibrated power meter) does not establish your FTP.Kecepatan, daya (power/watt), detak jantung, dan elevasi, lengkap dengan catatan daya puncak 1, 5, dan 20 menit. Nilai Functional Threshold Power (FTP) dihitung dari 95% daya rata-rata 20 menit terbaik menggunakan power meter dalam 90 hari terakhir. Aktivitas bersepeda dengan estimasi power Strava (tanpa sensor power meter fisik) tidak akan menentukan nilai FTP.
SwimmingBerenang
Structured set breakdowns: pool lengths separated by pauses are grouped with distance, elapsed time, pace per 100 m, and rest duration. Accompanied by lap pace, stroke rate, and heart rate curves. Fully supports swims synced via Strava or imported from Health Connect.Pengelompokan set renang: panjang kolam yang dipisahkan jeda istirahat singkat dikelompokkan, masing-masing dengan jarak, waktu, pace per 100 m, dan istirahat sesudahnya. Di bawahnya terdapat pace per lap, laju kayuhan (stroke rate), dan detak jantung. Mendukung sinkronisasi dari Strava maupun jam tangan via Health Connect.
Strength, gym and HIITStrength, gym, dan HIIT
Heart rate telemetry across the workout, duration spent in each heart rate zone, total recovery rest time, and custom workout notes parsed from your activity description (such as “Squats 5×5 80 kg”). Irrelevant distance and pace fields are hidden.Grafik detak jantung sepanjang sesi, durasi di setiap zona detak jantung, porsi istirahat, serta catatan latihan yang kamu tulis di deskripsi aktivitas (misalnya “Squat 5×5 80 kg”). Tidak menyajikan metrik jarak atau pace.

AI Coach Get Insight adapts its analysis to each sport: reviewing cycling in speed, elevation gain, and wattage; swimming in pace per 100 m; hiking in vertical ascent rate per hour; and strength sessions in workout density and rest intervals. When you list your exercises and weights in the activity description, Crenoe incorporates them without fabricating unrecorded sets.

Fitur Get Insight juga menganalisis setiap cabang olahraga dengan metrik yang tepat: bersepeda dinilai dari kecepatan, elevasi, dan watt; renang dari pace per 100 m; hiking dari laju tanjakan per jam; dan sesi gym dari intensitas beban serta kecukupan waktu istirahat. Jika kamu mencantumkan daftar latihan di deskripsi aktivitas, Crenoe akan menggunakannya sebagai acuan tanpa mengarang set atau beban sendiri.

Sharing a chartMembagikan grafik aktivitas

Tap the Share button on any elevation, heart-rate, or pace chart to open the Chart sticker with that stream pre-selected. Choose between the free layout (featuring activity titles and headline stats) or the clean PRO graph, customize your background styling, and export the graphic as a PNG or add it directly to the Story editor. Creating chart graphics requires valid telemetry streams in the original activity.

Learn more about Chart sticker styling.

Ketuk tombol Share pada grafik elevasi, detak jantung, atau pace untuk langsung membuka fitur stiker Chart dengan metrik terkait. Kamu bisa memilih preset gratis yang memuat judul dan ringkasan, atau grafik minimalis berlabel PRO, lalu menyesuaikan metrik serta latar belakang yang diinginkan. Hasil grafik dapat disalin, disimpan sebagai gambar PNG, atau dibagikan ke Story. Fitur ini memerlukan ketersediaan data stream sensor pada aktivitas terkait.

Pelajari kustomisasi stiker Chart.

Execution scoreSkor eksekusi lari

The Execution Score is an objective composite rating scored out of 100, broken into three physiological components: Execution (40 points), Endurance (35 points), and Form (25 points).

Skor eksekusi adalah penilaian objektif berskala 0 hingga 100 yang terbagi ke dalam tiga komponen utama: Eksekusi (Execution) bernilai 40 poin, Daya Tahan (Endurance) bernilai 35 poin, dan Irama Langkah (Form) bernilai 25 poin.

ExecutionEksekusi
Pacing Consistency: Evaluated against your workout tag. On easy or long runs, a steady pace scores highest. On interval sessions, scoring measures pace consistency between repetitions using your recorded watch laps. If interval laps are absent, scoring evaluates overall pace variation and is capped at 30 out of 40 points. Running faster than target paces never awards extra points.Kualitas pacing dinilai berdasarkan tag jenis sesinya. Pada lari easy atau long run, pace yang stabil menghasilkan nilai tinggi. Pada sesi interval, penilaian dihitung dari seberapa konsisten pace antar-repetisi berdasarkan putaran (lap) jam. Jika sesi interval tidak memiliki data lap, skor hanya mengukur variasi keseluruhan lari dan dibatasi maksimal 30 dari 40 poin. Berlari lebih kencang dari target tidak menambah poin.
EnduranceDaya tahan
Cardiovascular Drift: On continuous runs, tracks how much your heart rate climbed per kilometer relative to pace. Tolerances expand fairly for extreme heat, ultramarathons, trail terrain, and hiking. On interval sessions, evaluates whether your final repetition held the same speed and power as your opening rep.Pada lari berkelanjutan (continuous run), mengukur cardiac drift: seberapa besar detak jantung naik per kilometer pada pace yang sama. Toleransi disesuaikan wajar jika cuaca panas, lari ultra, trail, atau hiking. Pada sesi interval, mengukur apakah kecepatan di repetisi terakhir masih terjaga sebaik repetisi pertama.
FormIrama langkah
Cadence Consistency: Measures stride turnover stability and late-run cadence degradation. When running without a cadence sensor, a neutral baseline is assigned without penalty.Konsistensi frekuensi langkah (kadens) dan apakah terjadi penurunan ritme di akhir sesi. Jika berlari tanpa sensor kadens, sistem memberikan nilai standar netral tanpa mengurangi skormu.
A common misreadingKekeliruan pemahaman yang sering terjadi

The Execution Score is never graded against your scheduled training plan. Running a shorter distance than planned or choosing a different pace does not lower your score. It evaluates how cleanly you executed the run against its assigned workout tag. Plan adherence is evaluated as a separate metric entirely.Skor eksekusi tidak pernah membandingkan larimu dengan target rencana latihan (training plan). Berlari lebih pendek dari jarak rencana atau menggunakan pace yang berbeda dari anjuran plan tidak akan menurunkan skor ini. Skor eksekusi murni menilai kualitas eksekusi sesi lari tersebut terhadap tag kategorinya sendiri. Evaluasi rencana versus realisasi adalah analisis yang terpisah sepenuhnya.

Missing sensor streams remain completely neutral and never incur penalties: missing heart rate, cadence, or Strava relative effort simply skips that portion of evaluation. High heat and heavy rain widen scoring tolerances rather than awarding arbitrary bonus points. Running hard while your Form (TSB) is heavily fatigued is noted as coaching context rather than a score deduction: the score grades how you executed the run, not whether scheduling it was advisable.

Two distinct numbers on the score card carry the label “CV” (Coefficient of Variation): on the Execution bar, CV represents kilometer-by-kilometer pace variation; on the Form bar, CV measures cadence rhythm stability. Each component lists your empirical reading alongside target thresholds.

At the bottom of the card, a sensor badge confirms the data fidelity used for grading: all sensors active, partial sensors, or GPS-only telemetry.

Data sensor yang tidak lengkap bersifat netral dan tidak memberikan penalti: ketiadaan sensor detak jantung, kadens, atau relative effort Strava hanya membuat bagian tersebut tidak dinilai. Kondisi cuaca panas dan hujan melonggarkan batas toleransi penilaian, bukan membagikan poin cuma-cuma. Berlari keras saat kondisi kebugaran (Form / TSB) sedang sangat lelah akan dimunculkan sebagai catatan peringatan, bukan pemotongan nilai: skor eksekusi menilai cara kamu mengeksekusi lari, bukan menilai apakah kamu seharusnya berlari atau istirahat.

Dua angka berbeda pada kartu sama-sama menggunakan label “CV” (Coefficient of Variation): pada bilah Eksekusi, CV menunjukkan variasi kestabilan pace antar kilometer; sedangkan pada bilah Form, CV menunjukkan variasi irama kadens. Setiap metrik pada kartu menampilkan angka aktual yang dinilai beserta nilai targetnya.

Di bagian bawah kartu, badge indikator sensor memberi tahu kelengkapan data yang terbaca oleh sistem: seluruh sensor lengkap, sensor sebagian, atau hanya data GPS.

Session typeKategori & jenis sesi lari

The session tag button in the activity header categorizes the workout's training objective. This tag governs how Crenoe analyzes the run: calibrating the Execution Score, generating the Workout Analysis card, and providing context for AI Coach Cren.

Tombol tag jenis sesi di bagian atas tampilan aktivitas menentukan klasifikasi latihan tersebut. Kategori ini menjadi acuan penilaian Crenoe: memengaruhi perhitungan skor eksekusi, tampilan kartu Analisis Workout, serta konteks analisis insight AI Cren.

AutoAuto
Crenoe automatically infers the session category from pace dynamics and heart rate curves (default).Crenoe mendeteksi jenis sesi secara otomatis berdasarkan pola pace dan detak jantung. Ini adalah pengaturan default.
Easy run, Long runEasy run, Long run
Rewards smooth, steady pacing with an optimal execution score.Pace yang konstan dan terkendali menghasilkan skor eksekusi yang optimal.
Tempo, Interval, Fartlek, Hill repeat, RaceTempo, Interval, Fartlek, Hill repeat, Race
Activates the Workout Analysis card to evaluate repetition consistency or sustained tempo segments rather than overall uniformity.Mengaktifkan kartu Analisis Workout untuk menilai konsistensi repetisi atau segmen utama, bukan kestabilan lari secara keseluruhan.

When an activity title indicates a structured workout (such as “6x800m” or “Tempo 8k”), a recommended tag appears beneath the button. Tap the suggestion to apply it instantly, or reselect Auto to return to algorithmic detection.

Jika judul aktivitas lari mencantumkan pola latihan (seperti “6x800”), rekomendasi tag otomatis akan muncul di bawah tombol. Ketuk rekomendasi tersebut untuk menerapkannya. Memilih opsi Auto akan mengembalikan klasifikasi pada deteksi cerdas bawaan Crenoe.

Deep analysisAnalisis mendalam (Deep Analysis)

Four advanced physiological metrics calculated from second-by-second sensor streams recorded by your watch:

Empat parameter analisis fisiologis lanjutan yang dihitung dari rekaman data stream per detik jam tangan pintar:

Grade sensitivitySensitivitas tanjakan
Slope Sensitivity: Measures how many seconds per kilometer your pace drops for each percent of uphill gradient. Higher values reveal greater vulnerability to hills.Mengukur seberapa besar penurunan pace untuk setiap persentase kemiringan tanjakan (slope). Semakin tinggi angkanya, semakin besar dampak tanjakan terhadap pengurasan energimu.
Cardiac driftCardiac drift
Cardiac Drift: Rate of heart-rate rise per kilometer at a constant pace, evaluated against physiological tolerance baselines.Laju kenaikan detak jantung per kilometer pada kecepatan stabil, disandingkan dengan batas target toleransi fisiologis.
Fatigue thresholdFatigue threshold
Fatigue Threshold Kilometer: The exact distance where your pace slowed by more than 5% compared to your first-half average. Reaching this milestone later in the run signifies superior fatigue resistance.Titik kilometer di mana pace mulai melambat lebih dari 5% dibandingkan rata-rata paruh pertama lari. Titik yang semakin jauh di akhir lari menandakan daya tahan aerobik yang semakin tangguh.
Aerobic efficiencyEfisiensi aerobik
Aerobic Durability: Measures whether your energy efficiency factor remained stable from the opening half to the closing half of your run.Menilai apakah efisiensi penggunaan energi tubuhmu mampu bertahan stabil dari paruh pertama hingga paruh kedua sesi lari.

A rolling performance trend card compares average efficiency across your last five runs against the five preceding workouts, highlighting your short-term trajectory.

Kartu tren performa membandingkan data rata-rata dari lima sesi lari terakhir terhadap lima sesi lari sebelumnya untuk memperlihatkan arah perkembangan kebugaranmu.

Workout analysisAnalisis sesi workout

Tagging a run as interval, tempo, fartlek, or race unlocks the Workout Analysis card, accompanied by a badge identifying its structural origin: manual watch laps, distance splits, or algorithmic speed-trace detection.

The analysis presents visual bars for each repetition, a detailed breakdown of distance, elapsed time, pace, and average heart rate, shaded recovery intervals with arrow indicators, and an overall consistency evaluation:

Beri tag lari sebagai interval, tempo, fartlek, atau race untuk memunculkan kartu Analisis Workout. Kartu ini dilengkapi badge sumber struktur latihan: lap manual dari jam tangan, pemotongan jarak otomatis, atau deteksi algoritma kecepatan.

Analisis menyajikan grafik visual untuk setiap repetisi, tabel detail berisi jarak, waktu tempuh, pace, dan detak jantung rata-rata, baris periode istirahat (recovery) dengan indikator panah redup, serta evaluasi konsistensi lari:

Very consistentSangat konsisten
Pace variance between repetitions is 10 seconds per kilometer or less.Perbedaan pace antar-repetisi tidak lebih dari 10 detik.
Moderate driftVariasi sedang
Pace variance between repetitions ranges between 10 and 25 seconds per kilometer.Perbedaan pace antar-repetisi berkisar antara 10 hingga 25 detik.
High driftVariasi tinggi
Pace variance between repetitions exceeds 25 seconds per kilometer.Perbedaan pace antar-repetisi melebihi 25 detik.

Telling Crenoe your own structureMengatur struktur workout sendiri

Algorithmic workout detection is an estimation. If you ran a structured session, defining your exact intervals ensures every downstream metric and coaching analysis is calculated with pinpoint accuracy.

Deteksi otomatis struktur interval adalah estimasi algoritma. Jika kamu mengetahui struktur latihan yang sebenarnya kamu jalankan, tentukan segmen tersebut secara mandiri agar seluruh kalkulasi metrik turunannya menjadi jauh lebih akurat.

ActivitiesWorkout AnalysisEdit segments
  1. Each segment row defines an interval type (Run or Rest), target value, measurement unit, and an optional custom label (such as WU for warm-up, Tempo, or CD for cool-down).Setiap baris mewakili jenis segmen (Lari atau Istirahat/Rest), dilengkapi target nilai, satuan waktu atau jarak, serta label opsional seperti WU (pemanasan), Tempo, atau CD (pendinginan).
  2. Run segments can be specified in meters or minutes. Rest intervals accept seconds or meters.Baris lari dapat diatur berdasarkan meter atau menit. Baris istirahat (rest) dapat diatur berdasarkan detik atau meter.
  3. The duplicate tool repeats rows instantly—allowing you to build complex intervals in seconds (e.g., 400 m run, 60 s rest, duplicated 5 times).Gunakan tombol duplikat untuk memperbanyak baris dengan cepat saat menyusun latihan interval: misalnya lari 400 m, istirahat 60 detik, lalu duplikat sebanyak lima kali.
  4. Tap Apply, and your charts, splits, and workout tables immediately redraw against your custom segments with your exact labels.Ketuk Terapkan, maka seluruh grafik dan tabel analisis akan digambar ulang sesuai segmen dan label khusus yang kamu buat.
Order mattersUrutan segmen sangat penting

Segments execute sequentially from the beginning of your recording. If you started with a warm-up, always include a WU row so your main interval set aligns with the correct distances. Unassigned distance at the end of a run is preserved transparently as an extra segment labeled “Sisa” (Remaining).Segmen dihitung berurutan dari awal rekaman aktivitas. Jika larimu diawali pemanasan santai, pastikan kamu menyertakan baris segmen pemanasan (WU); jika tidak, segmen menu utama akan bergeser ke jarak yang keliru. Sisa jarak di akhir lari yang tidak masuk ke segmen akan ditampilkan sebagai segmen “Sisa”, bukan disembunyikan.

Custom workout structures are saved to each activity and sync seamlessly across devices. Applying a structure introduces two major improvements: your execution score switches to grading repetition consistency (or tempo stability), and Cren recognizes your warm-up and cool-down labels so easy jogging is never misconstrued as a pacing flaw.

Struktur segmen latihan ini tersimpan per aktivitas dan tersinkronisasi lintas perangkat. Penyesuaian ini membawa dua manfaat utama: skor eksekusi beralih menilai konsistensi repetisi pada interval (atau kestabilan segmen utama pada tempo), dan Cren memahami labelmu sehingga pemanasan yang lambat tidak akan pernah disalahartikan sebagai penurunan performa.

You can also prefill segments automatically from your scheduled Plan workout, or describe your workout structure naturally in Cren Chat (warm-up, repetitions, recovery intervals, and cool-down) for Cren to generate and save your segments. Once saved, ask Cren to audit each repetition and recommend pace, recovery, or volume refinements for your next session. Note that this feature reviews completed activities rather than providing live in-run audio cues.

Kamu juga dapat mengisi segmen secara otomatis dari rencana latihan (Plan) terkait untuk ditinjau sebelum diterapkan, atau mendeskripsikan susunan latihanmu langsung di percakapan Cren Chat (mencakup pemanasan, repetisi, jeda istirahat, dan pendinginan) agar Cren menyusun draf segmen untuk kamu konfirmasi. Setelah struktur segmen tersimpan rapi, kamu bisa meminta Cren menganalisis tiap repetisi serta merekomendasikan penyesuaian pace, istirahat, atau volume untuk sesi latihan berikutnya. Fitur ini menganalisis rekaman aktivitas yang sudah selesai, bukan memberikan panduan suara langsung saat lari berlangsung.

Cren's insightInsight cerdas AI Cren

Tapping the Get Insight button prompts AI Coach Cren to synthesize every performance metric on this page, factoring in ambient weather, training fatigue, and your broader race preparation into a clear coaching debrief.

A status badge indicates whether you are viewing a previously generated insight or one fresh from today. Tapping Regenerate requests a new evaluation.

Above the insight sits your workout type tag. Auto indicates algorithmic classification; tap it to adjust the category manually. Because this classification directly feeds your 28-day Polarized Training distribution, accurate tags ensure long-term analytics remain reliable.

Under Settings > Connections, the Push Analysis to Strava feature (available for PRO subscribers) automatically appends post-run analysis to your Strava activity description with write authorization. You can customize your coach's tone via Cren Persona under Settings > Preference. Persona shapes the tone of in-app AI Audits and Strava notes without restricting natural dialogue in Cren Chat. Learn more in the Cren Persona guide.

Mengetuk tombol insight pada aktivitas membuat Cren menganalisis seluruh metrik performa di halaman tersebut, mempertimbangkan kondisi cuaca, riwayat kebugaran, serta target latihanmu, lalu menyajikan evaluasi yang personal dan praktis.

Badge status memberi tahu apakah kamu sedang membaca insight yang tersimpan sebelumnya atau insight yang baru saja dibuat. Tombol Regenerate membuat analisis baru yang segar.

Di atasnya terdapat tag jenis sesi latihan. Label Auto menandakan jenis sesi terdeteksi otomatis oleh sistem; ketuk tag jika kamu ingin mengubahnya secara manual. Klasifikasi jenis sesi ini juga menjadi dasar perhitungan distribusi latihan terpolarisasi (Polarized Training), sehingga koreksi tag sangat berguna untuk keakuratan statistik jangka panjang akunmu.

Di menu Pengaturan > Koneksi, fitur Kirim Analisis ke Strava (Push Analysis to Strava untuk pengguna berstatus PRO) dapat menuliskan ringkasan analisis performa langsung ke deskripsi aktivitas Strava dengan izin akses tulis. Kamu dapat memilih gaya Persona Cren di menu Pengaturan > Preferensi. Persona ini juga menentukan gaya bahasa pada fitur AI Audit di dalam aplikasi; persona tidak membatasi keluwesan respons percakapan umum di Cren Chat. Pelajari selengkapnya di panduan Persona Cren.

When Crenoe and Strava disagreeJika data Crenoe dan Strava berbeda

Editing an activity directly in Strava does not push automatic updates to Crenoe. If you crop a run, correct its distance, or rename the title on Strava, open the workout in Crenoe and tap the sync button in the upper-right corner of the detail view. This forces an immediate data refresh and updates your cached statistics.

Mengedit detail aktivitas di Strava tidak secara otomatis memperbarui data di Crenoe. Jika kamu memotong durasi lari (crop), memperbaiki jarak, atau mengganti judul aktivitas di Strava, buka aktivitas tersebut di Crenoe lalu tekan tombol sinkronisasi (sync) di pojok kanan atas tampilan detail. Tindakan ini akan menarik data terbaru dari Strava dan memperbarui data yang tersimpan di Crenoe.

Activitiesopen the runSync

Uploading a fileMengunggah berkas aktivitas

Workouts from any running watch or fitness app can be imported directly into Crenoe: FIT files (Garmin, Coros, Suunto, Wahoo, Polar, Zwift) provide comprehensive telemetry including power and lap splits; GPX files supply GPS coordinates along with heart rate and cadence on supported watches; and TCX files include structured lap intervals, heart rate, and power. File uploads support up to 10 MB.

Crenoe inspects the activity type and lets you verify or change it prior to import—especially useful for GPX files that lack internal sport flags. Start times are read from file metadata, with UTC timestamps converted to your local time zone. If a matching workout was already synced via Strava, duplicates are safely prevented. Uploaded activities can be managed or deleted anytime via the three-dot options menu.

Aktivitas dari jam tangan atau aplikasi lain dapat diekspor dan diunggah ke Crenoe dalam berbagai format: berkas FIT adalah format standar dari Garmin, Coros, Suunto, Wahoo, Polar, dan Zwift yang menyimpan data lengkap (termasuk power dan panjang kolam renang); berkas GPX menyimpan jalur rute serta data detak jantung dan kadens; berkas TCX menyimpan data lap, detak jantung, dan power. Batas ukuran berkas hingga 10 MB.

Crenoe membaca jenis olahraga langsung dari berkas dan memungkinkanmu mengubahnya sebelum disimpan ke akun—sangat berguna untuk berkas GPX yang kerap kali tidak menyertakan keterangan jenis aktivitas. Waktu mulai diambil dari rekaman berkas; format GPX dan TCX hanya menggunakan standar waktu UTC sehingga zona waktu ponselmu akan diterapkan secara otomatis. Jika sesi latihan yang sama sudah ada di riwayatmu melalui sinkronisasi Strava, berkas tidak akan diduplikat ganda. Berkas yang diunggah dapat dihapus kapan saja melalui menu opsi tiga titik.

Excluding a run from your statsMengecualikan lari dari statistik

Erratic GPS drift, casual recovery walks mistakenly recorded as runs, or pacing friends at conversational speeds can skew your training load calculations. The three-dot menu on any activity detail screen includes Exclude from stats.

Excluding an activity removes it from all analytical models: ACWR, Training Load curves (CTL, ATL, TSB), weekly volume, training plan generation, race predictions, and Cren's coaching context. The workout remains safely preserved on Strava and in your Crenoe feed—only the analytical math is neutralized. You can still design social stickers with it.

Exclusions are completely reversible. Enable “Show excluded” above the activity list to restore any excluded workout. Excluding or restoring a run automatically recalculates your daily plan adaptation to keep your current workout guidance accurate.

Sinyal GPS yang melompat rusak, aktivitas jalan kaki santai yang tidak sengaja tercatat sebagai lari, atau sesi lari pelan menemani teman dapat mengaburkan gambaran beban latihanmu yang sesungguhnya. Menu opsi tiga titik pada setiap detail aktivitas menyediakan opsi Keluarkan dari statistik (Exclude from stats).

Opsi ini akan mengeluarkan aktivitas tersebut dari seluruh perhitungan statistik: rasio ACWR, kurva kebugaran (Fitness & Fatigue), total volume mingguan, dasar penyusunan rencana latihan, prediksi waktu finis lomba, serta analisis tanya-jawab dengan Cren. Aktivitas tersebut tetap aman tersimpan di Strava dan tetap dapat dilihat di riwayat Crenoe, hanya saja kalkulasi statistiknya dinetralkan. Fitur pembuatan stiker tetap dapat digunakan seperti biasa.

Tindakan ini dapat dibatalkan kapan saja. Aktifkan filter “Tampilkan yang dikecualikan” di atas daftar riwayat aktivitas, lalu pulihkan aktivitas melalui menu yang sama. Mengecualikan sebuah lari akan memicu kalkulasi ulang adaptasi harian rencana latihan, sehingga rekomendasi sesi hari ini dapat diperbarui secara otomatis.

Try it on your own runsCoba di larimu sendiri

Every number on this page comes from your own runs.Semua angka di halaman ini berasal dari larimu sendiri.

Open App